5 Momen Mengharukan Dan Emosional Dalam Sepak Bola 10 Tahun Terakhir

Perpisahan dengan klub yang sudah lama dibela menjadi momen emosional yang pernah dilewati beberapa pesepak bola. Pemain sekaliber Steven Gerrardpun pernah merasakan situasi itu, ketika berpisah dengan Liverpool.

Drama perpisahan Gerrard dan Liverpool terjadi di musim panas 2015. Kala itu, Gerrard terpaksa meninggalkan The Reds karena kontraknya tak diperpanjang. Dengan berat hati, Gerrard harus meninggalkan klub yang sudah dibelanya sejak 1988.

Perpisahan kedua pihak pun berjalan mengharukan. Para pemain membentuk barisan kehormatan (guard of honour) untuk menyambut Gerrard jelang laga melawan Crystal Palace di Anfield, 16 Mei 2015. Uniknya, semua pemain Liverpool saat itu mengenakan kostum dengan nama Gerrard.

“Sangat emosional. Suatu pelepasan yang sulit dipercaya. Melihat kembali 17 tahun terakhir, saya sangat bangga dan saya tak akan melupakan momen hari ini. Ini hari yang akan selalu saya rindukan,” kata Gerrard saat itu.

Selain perpisahan Gerrard, ada banyak momen mengharukan sepak bola yang sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Seperti dilansir Sokkaa, berikut adalah lima momen mengharukan yang paling populer.

5. Perpisahan Xavi dan Barcelona

Perpisahan Xavi Hernandez mungkin menjadi momen yang tak mungkin dilupakan fans Barca. Setelah kontraknya tak diperpanjang di akhir musim 2014/2015, Xavi dan Barca pun harus berpisah. Pemain kelahiran 25 Januari 1980 itu mendapat kesempatan untuk menyampaikan pidato perpisahannya di Camp Nou jelang laga menjamu Deportivo La Coruna, 23 Mei 2015. Sebelum laga dimulai, penonton lebih dulu mendengarkan pidato Xavi.

“Saya mencoba untuk mengendalikan emosi saya, tapi pada akhirnya itu tidak mungkin. Saya akan merindukan segalanya tentang Barca. Saya akan merindukan Barca lebih dari Barca merindukan saya,” penggalan pidato Xavi saat itu.

Xavi memang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Barca. Tampil dalam 767 pertandingan, ia memenangkan delapan gelar Liga Spanyol, empat Copa del Rey, enam Piala Super Spanyol, empat Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

4. Perpisahan Casillas dan Madrid

Tak hanya dalam sebuah pertandingan, momen mengharukan terkadang juga terjadi dalam sebuah konferensi pers. Hal itu yang diperlihatkan Iker Casillas saat mengumumkan kepergiannya dari Real Madrid pada musim panas 2015. “Saya datang ke stadion megah ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua, khususnya untuk para suporter Madrid. Sabtu nanti, saya tak lagi menjadi pemain Madrid. Sekarang saya akan menjadi pemain Porto,” ucap Casillas saat itu.

“Terima kasih kepada fans Madrid atas dukungan mereka, membantu saya mengangkat setiap gelar, setiap kemenangan, dan karena selalu bersama saya di saat baik maupun buruk,” kata Casillas.

Perpisahan dengan Madrid memang menjadi keputusan yang sulit diambil Casillas. Pasalnya, ia sudah menjadi bagian Madrid sejak 1990. Total, 18 gelar bergengsi diraih Casillas bersama Madrid.

3. Laga Terakhir Beckham

Sebelum Cristiano Ronaldo, David Beckham adalah pesepak bola paling populer di dunia. Ia memiliki karier yang mengesankan selama 20 tahun aktif sebagai pemain. Apalagi, ia juga berkesempatan memperkuat tim-tim top dunia. Dibesarkan di Manchester United, dicintai di timnas Inggris, menjadi bintang di Real Madrid, mencicipi atmosfer Los Angeles Galaxy, kembali memukau di AC Milan, dan pensiun di Paris Saint-Germain adalah perjalanan karier dari seorang bernama lengkap David Robert Joseph Beckham tersebut.

Laga terakhirnya sebagai pesepak bola dijalani Beckham saat PSG melawan Stade Brestois 29, 18 Mei 2013. Kala itu, Beckham bermain selama 83 menit sebelum digantikan Ezequiel Lavezzi. Ia juga mencetak satu assist dalam kemenangan 3-1 atas Brest.

Saat ditarik keluar lapangan pelatih Carlo Ancelotti, pria kelahiran 2 Mei 1975 itu terlihat begitu terharu meski masih bisa mengumbar senyum. “Untuk mengakhiri karier saya di sini adalah hal yang spesial. Paris adalah tempat paling indah di dunia. Saya sedih harus pergi dari sini,” kata Beckham.

2. Hari Terakhir Ferguson

Alex Ferguson adalah pelatih tersukses dalam sejarah berdirinya Manchester United. Ia menangani Setan Merah pada 6 November 1986-19 Mei 2013. Total, 38 gelar bergengsi yang disumbang pelatih kelahiran 31 Desember 1941 itu. Paling mengesankan adalah koleksi 13 trofi Liga Inggris yang diraih Ferguson hingga MU mampu melewati pencapaian Liverpool. Karena itu, banyak yang tak rela saat Ferguson memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pelatih.

Momen perpisahan Ferguson dengan MU terjadi pada 19 Mei 2013. Ia mendampingi MU untuk terakhir kalinya saat melawan West Bromwich Albion di Hawthorns Stadium. Laga itu sendiri berakhir dengan skor 5-5.

“Setelah pergi, saya tak ingin mendengar Anda memanggil saya bos lagi. Panggil saya apa saja, tapi jangan itu. Anda akan memiliki bos baru dan ia satu-satunya yang harus Anda panggil seperti itu,” ucap Ferguson.

1. Penghormatan Duel Inggris Vs Prancis

Laga persahabatan melawan Jerman di Stade de France, 14 November 2015, menjadi momen yang begitu emosional bagi timnas Prancis. Di saat yang bersamaan, tragedi mengenaskan yang menewaskan 129 jiwa terjadi di Paris. Empat hari kemudian, Prancis menjalani laga eksibisi melawan Inggris di Wembley Stadium. Sebelum laga dimulai, seluruh orang di stadion terlebih dulu memberikan penghormatan untuk korban aksi terorisme yang terjadi di Paris.

Dalam momen tersebut, Pangeran William juga ikut memberikan penghormatan. Ia masuk ke lapangan dengan membawa bunga yang bercorak warna bendera Prancis bersama Roy Hodgson dan Didier Deschamps.

Pada waktu yang sama, para pemain Inggris dan Prancis terlihat saling merangkul. Hal itu juga dilakukan para suporter Inggris dan Prancis di tribun penonton. Itu adalah simbol mereka mengutuk aksi terorisme yang kerap terjadi di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *