Antoine Griezmann Jadi Korban Pertama Teknologi VAR

Antoine Griezmann Jadi Korban Pertama Teknologi VAR

Sejumlah laga persahabatan di bawah kalendar FIFA menjadi ajang uji coba sistem baru, video assistant referee (VAR). Sistem itu pun terbilang efektif membantu wasit saat Spanyol menaklukkan Perancis 0-2 pada laga persahabatan di Stade de France, Rabu (29/3) dinihari.

VAR adalah sebuah sistem yang membantu wasit dalam mengambil keputusan dengan melihat tayangan ulang insiden. Penggunaan VAR pun sudah disetujui FIFA sejak tahun lalu, dan melakukan debut di Piala Dunia Antarklub 2016.

Setidaknya ada beberapa kejadian krusial bagi wasit untuk bisa meminta bantuan dari VAR. Momen itu di antaranya memutuskan gol tersebut sah atau tidak, keputusan penalti, kartu merah langsung, dan memastikan pemain yang melakukan pelanggaran.

Salah satu keputusan wasit yang amat krusial berkat bantuan VAR di laga Prancis kontra Spanyol kemarin adalah gol penyerang Les Bleus yang dianulir wasit.

Gol tandukan Antoine Griezmann pada menit ke-48 umpan dari sundulan Lavyin Kurzawa itu tak lantas disahkan oleh wasit Felix Zwayer. Pengadil asal Jerman itu terlebih dahulu meminta bantuan VAR untuk melihat rekaman ulang gol tersebut.

Berdasarkan laporan VAR dari rekaman ulang, posisi Kurzawa ternyata dalam posisi offside saat menerima umpan silang Christophe Jallet sebelum meneruskannya ke penyerang Atletico Madrid itu.

Suporter tuan rumah yang sempat bersorak kegirangan pun terdiam ketika Zwayer menganulir gol ke gawang David de Gea itu.

Tak hanya sekali, Zwayer kemudian juga meminta keterangan dari VAR terkait gol yang dicetak Gerard Deulofeu pada menit ke-77, umpan silang dari Jordi Alba. Hakim garis sempat mengangkat bendera offside saat Deulofeu merayakan gol itu.

Namun setelah mendapat masukan dari VAR, Zwayer akhirnya mengesahkan gol kedua Spanyol itu, karena posisi Deulofeu saat menerima bola ternyata tidak dalam posisi offside.

Spanyol sendiri akhirnya memenangi laga ini dengan skor 2-0. Satu gol lainnya dicetak David Silva melalui penalti pada menit ke-68.

Selepas pertandingan, pelatih dari kedua tim, Didier Deschamps dan Julen Lopetegui mengaku tak mempermasalahkan penggunaan VAR. Mereka malah memuji VAR sebagai wasit bisa mengambil keputusan dengan adil dan tepat.

”Kalau diverifikasi dan adil, mengapa tidak (menggunakan VAR)? Ini perubahan sepak bola. Memang VAR ‘melawan’ kami hari ini, tetapi jika kami harus melalui ini, akan sama untuk semua orang,” kata Deschamps. ”Setelah itu, tanpa (VAR), mungkin itu akan berbeda, tetapi inilah evolusi sepak bola. Itu adalah bagaimana hal itu akan terjadi,” sambungnya.

Sementara pelatih Spanyol, Julen Lopetegui membantah anggapan timnya menang karena faktor VAR. Lopetegui lebih menilai kemenangan ini berkat kinerja terbaik para pemainnya.

”VAR tidak menguntungkan kami. Kemenangan ini berkat sikap para pemain yang memenangi duel laga ini,” katanya seperti dilansir Soccerway. ”Prancis selalu memiliki generasi baru yang spektakuler. Dan tidak diragukan lagi, skuat mereka saat ini adalah salah satu tim terbaik di dunia. Sehingga saya sangat senang dengan kemenangan ini,” lanjut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *