Ini Deretan Kiper Terburuk Sepanjang Sejarah Premier League

Tidak semua penjaga gawang bisa menjadi inspirasi kemenangan suatu klub. Kiper-kiper di bawah ini cukup sering melakukan blunder dan dianggap terburuk di Liga Inggris sejak dimulai 1992 lalu.

Pemain seperti Peter Schmeichel, David Seaman, Petr Cech dan Edwin van der Sar mungkin akan dikenang karena ketangguhannya di bawah mistar ganang. Namun, tidak untuk para pemain ini.

Contoh saja Ali Al-Habsi yang perkuat Wigan Athletic pada 2012-13. Menjalani 29 pertandingan sepanjang musim kiper asal Oman itu total membuat 10 kesalahan. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya berujung terciptanya gol.

Catatan tersebut membuat rasio kebobolan karena blunder Al-Habsi jadi yang paling buruk musim lalu. Al Habsi membuat kesalahan yang berujung gol rata-rata setiap 372 menit, atau membuat satu blunder yang menjadi gol tiap empat pertandingan.

Nah selain Al-Habsi, lima kiper di bawah ini juga dianggap terburuk di Liga Inggris. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

1. Manuel Almunia

Bila Anda suda berhasil main lebih dari 100 pertandingan di Liga Inggris, mungkin Anda merupakan kiper terbaik. Namun, Alumunia seperti melakukan hal sebaliknya.

Kiper asal Spanyol ini debut untuk The Gunners pada 2004, tapi kemudian malah kebobolan terus menerus dalam sembilan laga. Sampai akhirnya Arsenal menunjuk Jens Lehmann.

Almunia sendiri tampil dalam 171 penampilan, dan telah kebobolan 157 gol. Itu rasio yang buruk dan akhirnya dia menghabiskan empat tahun pertama kariernya di London Utara sebagai pemain cadangan.

2. Heurelho Gomes

Gomes dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia, kala masih bermain di PSV Eindhoven. Namun, ketika di Liga Inggris, kiper asal Brasil ini melakukan sejumlah blunder.

Kiper ini sebenarnya main di dua klub Liga Inggris, yakni Spurs dan Watford. Namun, dia cukup banyak disorot karena blunder.

Di Spurs, dia telah kebobolan 149 gol dalam 135 penampilan. Sementara di Wartford performanya tak kunjung membaik. Hingga akhirnya dia dijuluki kiper terburuk di Liga Inggris.

3. Roy Carroll

Mengejutkan memang masuknya nama Carroll sebagai kiper terburuk. Sebab, bersama Manchester United, dia memenangi Liga Inggris dan Piala FA. Dia juga berhasil menyingkitkan Fabian Barthez.

Akan tetapi, statistik berkata lain. Selama perkuat MU, Derby County, dan West Ham, banyak gol yag bersarang di gawangnya. Total dari 94 penampilan keseluruhan 114 gol masuk ke gawangnya.

Banyak yang menilai kalau Carroll banyak sekali melakukan kesalahan. Meski pernah dua kali juara di MU, tapi namanya dikenal sebagai kiper yang melakukan blunder terbanyak.

4. Stephan Bywater

Memang, Bywater bisa dibilang menjadi kiper terburuk di Liga Inggris. Ketika Anda menjadi bagian di tim yang memiliki sedikit poin, tentu Anda tak sangat baik dalam bermain.

Bywater sendiri pernah memperkuat beberapa klub Liga Inggris. Mulai dari Rochdale, Wycombe, West Ham, Hull, Coventry, Derby, Ipswich, Cardiff, Sheffield Wednesday, Millwall, Gillingham, Doncaster, dan Burton Albion.

Banyak yang mengenal Bywater saat perkuat Derby County pada 2007-08. Kala itu Derby hanya berhasil mengumpulkan 11 poin dan kebobolan 89 gol. Itu adalah salah satu penampilan terburuk dari Bywater. Faktanya, dia hanya bermain 24 penampilan saja di Liga Inggris. Tapi, sudah kebobolan 49 gol.

5. Massimo Taibi

Setelah Peter Schmeichel meninggalkan Manchester United pada tahun 1999, Sir Alex Ferguson merasa sangat sulit untuk menemukan pengganti yang cocok. Namun, Sir Alex merasa memiliki pengganti yang besar di diri Massimo Taibi, yang ia curi dari Milan dengan status bebas transfer.

Semuanya tampak berjalan dengan baik untuk kiper asal Italia setelah penampilannya di Old Trafford melawan Wimbledon. Namun, setelah itu dia malah memburuk.

Dalam empat laga di Liga Inggris, 11 gol sudah bersarang di gawangnya. Bahkan, ketika melawan Chelsea kala itu, Taibi harus dibobol lima gol beruntun di Stamford Bridge. Setelah itu, kariernya di MU makin merosot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *