Ronaldo dan Messi Diprediksi Bakal Melempem Musim Depan, Kenapa?

Ronaldo dan Messi Diprediksi Bakal Melempem Musim Depan, Kenapa

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih mendominasi di musim 2016/2017. Keduanya malah terus bersaing memperebutkan gelar Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA 2016.

Ronaldo berhasil memenangkan dua penghargaan pemain terbaik dunia itu. Messi menjadi nomor dua. Mereka mengalahkan pemain Atletico Madrid dan Timnas Prancis, Antoine Griezmann.

Pada musim ini, Ronaldo mencetak 39 gol dalam 41 pertandingan bersama Real Madrid yang dilakoninya. Pria berusia 32 tahun itu mengantarkan Los Blancos melangkah ke final Liga Champions.

Sementara Messi masih menjadi mesin gol untuk Barcelona. Pada musim ini, pemain asal Argentina itu sudah mencetak 51 gol dari 50 pertandingan bersama tim besutan Luis Enrique di semua kompetisi.

Meski masih mendominasi pada musim ini, Ronaldo dan Messi diprediksi bakal meredup pada  2017/2018. Setidaknya ada tiga alasan yang memperkuat argumen. Apa saja itu? Simak di halaman selanjutnya.

1. Ronaldo Sudah Uzur

Pada Februari 2018, usia Ronaldo sudah 33 tahun. Meski Ronaldo sering melatih ototnya di gym, dia tetaplah seorang manusia. Tubuh Ronaldo mungkin saja sudah tidak sanggup berlari di lapangan hijau selama 90 menit pada musim depan.

Biasanya, pemain yang sudah berusia 33 tahun rentan dengan cedera, terutama di bagian siku. Otot juga gampang tertarik bila berlari selama pertandingan berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, Ronaldo diprediksi bakal meredup pada musim depan. Usia yang bertambah membuat fungsi otot-ototnya mulai berkurang.

2. Masa Depan Messi Masih Abu-abu

Masa depan Lionel Messi bersama Barcelona masih mengundang tanya. Sebab, Messi belum memperpanjang kontraknya dengan Los Blaugrana yang berakhir pada Juni 2018.

Situasi seperti ini membuat Messi bisa saja berpikiran untuk meninggalkan Camp Nou. Terlebih lagi, bila ada klub yang berani memberinya bayaran tinggi.

Dikutip The Sun, La Pulga –sebutan Messi– meminta upah hingga 29 juta pound sterling. Namun, manajemen Barcelona hanya berani membayar gaji Messi sebesar 25 juta pound sterling per tahun (sekitar Rp 432 Miliar) per musim.

Bila Messi berniat hengkang, belum tentu dia punya rekan setim yang sudah mengerti permainannya sepeti Neymar, Luis Suarez, hingga Andres Iniesta. Faktor ini juga yang bisa membuat Messi meredup di musim depan.

3. Posisi Baru

Ketika bermain untuk Manchester United untuk pertama kalinya pada 2003, Ronaldo bermain sebagai seorang winger. Dari posisi itu, dia menunjukkan kemampuang dribel, kecepatan, hingga cara meloloskan diri dari pemain lawan.

Namun, seiring berjalannya waktu, posisi Ronaldo berubah menjadi gelandang serang atau striker. Ini dialaminya sejak bergabung dengan Real Madrid. Sejak posisinya berganti, Ronaldo tidak memperlihatkan kemampuannya untuk melewati lawan. Dia lebih banyak menunggu bola dari rekannya.

Sama halnya seperti Ronaldo, Messi juga mengalami perubahan posisi. Awalnya, Messi merupakan ujung tombak Barcelona, tapi sejak kedatangan Luis Suarez, pemain berusia 29 tahun itu bermain sebagai seorang winger.

Messi sekarang mempunyai tugas baru. La Pulga kini bertugas sebagai pelayan, dia memberikan umpan dan menciptakan peluang untuk Suarez. Faktor ini juga bisa meredupkan sinar Messi dan Ronaldo musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *