Sepakbola Indonesia Mulai Jadi Perhatian Pemain Dunia, Ini Penyebabnya

Pemain Top Sepak Bola Mulai Minati Sepak Bola Indonesia

Sepakbola Indonesia tengah menggeliat. Bukan cuma pecinta bola Tanah Air, dunia pun kini menyorot persepakbolaan Indonesia. Penyebabnya adalah kedatangan sejumlah pemain dunia untuk bergabung dengan klub-klub peserta Gojek Traveloka Liga 1.

Tercatat hingga kemarin, sudah ada tiga pemain berkelas dipastikan beraksi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu. Mereka adalah Michael Essein dan Carlton Cole di Persib Bandung dan terbaru Peter Odemwingie di Madura United. Ketiganya sudah siap unjuk kualitas di Gojek Traveloka Liga 1 yang rencananya bergulir pada 15 April mendatang.

Kehadiran para pemain bintang ini seperti menghapus dahaga pecinta bola Indonesia yang sudah cukup lama tidak melihat langsung aksi para pemain dunia. Setelah era Roger Milla, Mario Kempes, Eric Djemba-Djemba, Marcus Bent, dan Lee Hendrie. Apalagi Liga Indonesia sempat vakum karena sanksi FIFA.

Lalu apa yang membuat para pemain top yang pernah bersinar di Piala Dunia dan Eropa ini mau berdatangan ke Indonesia? Berikut rangkuman alasannya.

1. Iklim Sepakbola Indonesia

PSSI dengan kepengurusan baru mencoba membangun iklim sepakbola yang berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya sepak bola Indonesia tengah berbenah dengan perubahan yang radikal.

PSSI dan Kemenpora bersinergi bersama untuk mengembangkan sepak bola Indonesia, regulasi baru coba diterapkan di Liga 1, dan Timnas Indonesia ditangani oleh mantan pelatih Timnas Spanyol U23, Luis Milla.

Sejalan dengan perkembangan itu, klub-klub peserta Liga 1 pun tak mau kalah dalam menambah kualitas bermain mereka dengan mendatangkan pemain asing. Kini, mereka tak lagi asal-asalan mendatangkan pemain asing dengan latar belakang yang tidak diketahui sebelumnya.

Sebaliknya, agen pemain menawarkan banyak pemain top dunia yang mungkin dikenal pecinta sepak bola seperti Peter Odemwingie, Emmanuel Adebayor, Marouane Chamakh, dan Javier Saviola.

Kendati mereka tak lagi ada di usia muda, selama berada di bawah usia 35 tahun takkan mengalami kendala bermain di Indonesia. Sebagian dari mereka juga mungkin tertarik ke Tanah Air karena tahu kualitas dan pengalamannya dibutuhkan di sini, kedatangan Essien pun membuka pintu bagi kedatangan bintang dunia lainnya.

2. Essien Membuka Jalan

Regulasi anyar pemain tim di Liga 1 di antaranya adalah keberadaan lima pemain U-23 di dalam tim senior dan tiga di antaranya wajib bermain sebagai starter. Selain itu, terkait peraturan pemain asing, tiap klub boleh menggunakan servis dua pemain non-Asia, satu pemain Asia, dan satu marquee player.

Marquee player yang ditetapkan PSSI bisa berasal dari negara mana saja, pernah bermain di Piala Dunia, dan harus berada di bawah usia 35 tahun. Essien merupakan contoh marquee player yang pernah bermain di Piala Dunia bersama Timnas Ghana, ia berusia 34 tahun kala datang ke Indonesia tahun ini.

Kehadiran mantan pemain Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid di Persib itu juga yang jadi pemicu potensi kedatangan bintang top dunia lainnya. Sebab, klub lain jadi termotivasi dengan kedatangannya di Indonesia dan mereka yang punya kekuatan finansial, tentu ingin bersaing dengan Persib dan coba memboyong pemain bintang lainnya.

3. Dampak Liga Tiongkok

Munculnya minat pesepakbola top dunia datang ke Indonesia tak lepas dari dampak kedatangan pesepakbola beken Eropa ke Tiongkok. Mengapa begitu? Apa kaitannya?

Seiring kedatangan bintang top Benua Biru ke Negeri Tirai Bambu, tentu pesepakbola yang masih bermain di Eropa atau negara lain akan bertanya-tanya perihal sepak bola di Asia, karena Tiongkok merupakan salah satu negara di Asia.

Berkembangnya sepak bola Asia dan pemberitaan media bisa menarik atensi pemain top dunia. Bukan hanya Tiongkok yang akan menjadi destinasi mereka, melainkan Indonesia yang juga telah memiliki Essien saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *