Sawangan, Depok — Matahari pagi belum tinggi, namun belasan warga sudah berdiri di tepi jalan dekat pintu keluar Tol Sawangan. Mereka menunggu bus Transjakarta yang membawa mereka menuju Jakarta. Di halte yang hanya berupa lapak antrean tanpa atap maupun bangku, penantian panjang menjadi bagian sehari-hari yang sering membuat penumpang kepanasan atau basah saat hujan turun.

Siapa & Apa yang Terjadi?

Warga pengguna Transjakarta di Sawangan mengeluhkan kondisi halte yang jauh dari layak. Antrean panjang di bawah terik matahari atau hujan menjadi rutinitas, karena fasilitas dasar seperti tempat duduk dan atap pelindung belum tersedia di titik-titik pemberhentian.

Antre Lama, Kepanasan, Kenyamanan Terganggu

Windi (25) mengaku sudah berdiri sejak pukul 08.00 WIB demi naik Transjakarta dari Terminal Sawangan. “Transjakarta jadi salah satu transportasi utama saya untuk berangkat dan pulang kerja,” ujarnya sambil mengusap keringat di dahinya. Kondisi halte yang hanya berupa garis antrean tanpa atap membuat penumpang harus siap menghadapi panas atau hujan tanpa perlindungan.

Hal yang sama juga dirasakan di Halte Parung Bingung, di mana fasilitas tempat menunggu yang layak juga belum tersedia. Menurut Windi, kondisi ini jauh dari kata nyaman. “Ini kan bisa dilihat sendiri, halte dadakan atau halte yang dipaksakan,” ucapnya.

Aktivitas Pagi Hari dan Antrean Transjakarta

Sejak pagi hari, penumpang sudah mengantre di sekitar pintu keluar Tol Sawangan. Halte tersebut — berbeda dengan halte pada umumnya — tidak dilengkapi bangku maupun atap. Akibatnya, warga berdiri di pinggir jalan sambil menunggu bus yang datang berkala, menghadapi panas hingga membuat mereka berkeringat.

Harapan Fasilitas Halte yang Layak

Windi berharap Pemerintah Kota Depok serta pengelola Transjakarta mengevaluasi fasilitas halte agar bisa melindungi penumpang dari panas dan hujan. Ia menilai setidaknya keberadaan penutup halte akan sangat membantu kenyamanan dalam menunggu bus.

Mursyid (45), warga Rangkapan Jaya Baru yang juga sering menggunakan Transjakarta, mengungkapkan keresahannya soal panas yang dirasakan saat menunggu bus. “Kalau lagi panas bikin keringetan. Kalau sudah keringetan, kadang kita malu juga sama penumpang lain atau teman kantor,” tuturnya.

Transjakarta Membantu Mobilitas Meski Fasilitas Halte Belum Ideal

Meski demikian, Mursyid mengakui bahwa keberadaan Transjakarta sangat membantu mobilitas warga dan pekerja Depok menuju Jakarta. Integrasi transportasi ini dianggap memudahkan perjalanan meskipun fasilitas halte belum menunjang kenyamanan. Menurutnya, peningkatan fasilitas halte akan menjadi kunci agar semakin banyak warga beralih ke transportasi publik yang lebih baik.

By zen7up

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *